LABUHANBATU, Halosumut.com – AL, Anak Yatim Piatu Berusia 12 Tahun Asal Kecamatan Torgamba Labusel, kini harus dirawat oleh Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kabupaten Labuhanbatu.
Ia dititipkan keluarga Almarhum Ayah Dan Ibunya ke LPAI Labuhanbatu, dikarenakan keterbatasan Ekonomi yang dialami. Sehingga keluarga meminta bantuan Lembaga Anak tersebut untuk merawatnya. Rabu (09/07/2025)
AL dikabarkan terakhir kali dirawat oleh Keluarga Almarhum Ibunya di Kecamatan Bilah Hilir sekitar 2 Tahun Lamanya, hingga akhirnya harus dititipkan ke LPAI Labuhanbatu.

Diceritakan Agun Noto, sejak kehilangan ayah dan ibu kandungnya di usia dini, hidup AL tak pernah benar-benar stabil. Hingga ia harus berhenti mengeyam pendidikan di bangku kelas 4 SD.
“Awalnya ibunya meninggal dunia, setelah itu ayahnya menikah kembali, namun berselang beberapa tahun kemudian ayahnya meninggal dunia,”ucapa ketua LPAI Labuhanbatu tersebut.
Sejak kondisi itulah Hidup AL berpindah-pindah, dari keluarga ayah tiri di Kecamatan Marbau Labura, berpindah ke keluarga di Torgamba Labusel, hingga terakhir ke paman tirinya di Kecamatan Bilah Hilir, Labuhanbatu.
“Sejak kecil, AL sudah kehilangan sosok ibu. Figur ayah pun tak bertahan lama. Ia tumbuh dalam kekosongan emosional, tanpa bimbingan dan perhatian yang cukup. Wajar bila akhirnya ia menunjukkan sikap yang kurang baik,”ungkap Agun.

Berdasarkan hasil asesmen awal tim LPAI, AL menunjukkan sikap menolak kembali ke sekolah dan cenderung membangkang. Namun Agun menegaskan bahwa sikap tersebut bukan karena kenakalan, melainkan akibat dari luka psikologis yang mendalam dan minimnya kasih sayang.
“Ini bukan soal nakal. Ini soal anak yang kehilangan arah. Ia butuh pemulihan mental, bukan hukuman,”ujar Agun Noto
Ketua LPAI tersebut menyampaikan Di Rumah Aman mereka, nanti LPAI akan mulai membangun kembali rasa percaya dirinya dan menghadirkannya dalam lingkungan penuh kasih. LPAI juga tengah berupaya melengkapi dokumen identitas kependudukan AL yang hingga kini belum tuntas.
“Anak-anak seperti AL adalah cermin gagalnya sistem pengasuhan. Negara harus hadir, tidak boleh abai. Mereka adalah generasi masa depan yang tak boleh dibiarkan tumbuh dalam kegelapan. LPAI akan terus menjadi jembatan untuk harapan mereka,” tegas Agun.
Dukung Jurnalisme HALOSUMUT
Dalam segala situasi, HaloSumut.com berkomitmen menghadirkan fakta jernih langsung dari lapangan. Dukungan Anda membantu jurnalisme tetap independen dan terpercaya.
Berikan Apresiasi Sekarang
