SERGAI BEDAGAI, Halosumut.com – Pasca aksi warga Desa Sentang, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) yang menggeruduk rumah Kepala Desa terkait penggunaan mobil desa, akhirnya muncul penjelasan dari Pimpinan Desa Sentang tersebut.
Peristiwa itu terjadi pada Senin malam sekitar pukul 20.00 WIB, ketika puluhan warga mendatangi kediaman oknum Kepala Desa Sentang. Mereka meminta agar mobil desa segera diberikan untuk mengangkut barang bantuan bagi korban bencana alam. Namun, menurut warga, mobil tersebut tidak kunjung diizinkan untuk dipakai.
Rizal, salah satu tokoh pemuda Sentang, mengatakan bahwa kepala desa tidak keluar menemui warganya meskipun telah dipanggil berkali-kali.
“Pak kades tidak keluar dari rumahnya. Setelah beberapa jam, barulah salah satu anggota keluarga kades keluar dan memberikan kunci mobil itu,” ujar Rizal.
Menanggapi hal tersebut, awak media mencoba meminta klarifikasi dari Kepala Desa Sentang, Azmi, melalui pesan WhatsApp pada Selasa (09/12/2025).
Azmi membantah bahwa dirinya melarang warga menggunakan mobil desa.
“Bukan tak diizinkan pak, tapi mobil itu belum diservis dan minta ganti oli. Mengingat perjalanan jauh, besar risikonya,” jelasnya.
Azmi juga menegaskan bahwa mobil desa tersebut memang bersumber dari Anggaran Dana Desa (ADD) dan diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat.
“Mobil itu memang dari ADD, dan digunakan untuk masyarakat,” tambahnya singkat.
Aksi warga tersebut menjadi sorotan karena menyangkut fasilitas desa yang seharusnya siap digunakan terutama dalam kondisi darurat, seperti penyaluran bantuan bencana alam. (Putra Nursaid)
Dukung Jurnalisme HALOSUMUT
Dalam segala situasi, HaloSumut.com berkomitmen menghadirkan fakta jernih langsung dari lapangan. Dukungan Anda membantu jurnalisme tetap independen dan terpercaya.
Berikan Apresiasi Sekarang
