TOBA, Halosumut.com – Pengurus Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Toba mulai melakukan pembenahan untuk kembali menggairahkan dunia sepak bola di daerah tersebut setelah sempat vakum selama puluhan tahun.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSSI Kabupaten Toba, Koko Siagian, ST, menggandeng sosok berpengalaman di dunia sepak bola, Bernard Siahaan, ST, untuk turut memberikan pembinaan sekaligus memperkuat kepengurusan PSSI Kabupaten Toba.
Bernard Siahaan saat ditemui di Sekretariat PSSI Kabupaten Toba, Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Balige, Jumat (15/8/2026), mengatakan dirinya hadir memenuhi undangan sahabat lamanya, Parulian Simbolon, S.Pd. Dalam pertemuan tersebut, Bernard juga berbagi pengalaman dan menyampaikan keprihatinannya terkait kondisi persepakbolaan di Kabupaten Toba kepada Plt Ketua PSSI Toba Koko Siagian, ST, dan Sekretaris PSSI Toba Sanjay Efendi Baringbing, S.Pd.
“Saya merasa terpanggil untuk PSSI Toba dan ingin bersumbangsih bagi generasi muda dan mudi. Tidak ada kata lelah. Saya merasakan betapa luar biasanya pengaruh sepak bola dalam kehidupan saya selama ini,” ujar Bernard yang akrab disapa Captain Ben.
Bernard menuturkan, perjalanan hidupnya juga tidak terlepas dari dunia pemerintahan. Ia mengawali karier sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Maret 1987, saat pemerintahan Bupati Deli Serdang Wasiman. Ketika itu, ia bekerja sebagai staf di Dinas Pekerjaan Umum di bawah kepemimpinan Kepala Dinas PU, Ir Sujono Giatmo.
“Saat itu saya sebagai stafnya. Saya sangat miris melihat persepakbolaan Toba yang vakum hampir puluhan tahun,” katanya.
Bernard Siahaan merupakan salah satu sosok yang memiliki pengalaman panjang dalam dunia sepak bola Indonesia. Selama 43 tahun, ia menjalani perjalanan sebagai pemain sekaligus pelatih dan terus memberikan kontribusi dalam pembinaan talenta sepak bola, khususnya bagi pemain usia muda di Kabupaten Toba.
Perjalanan karier sepak bolanya dimulai pada 1983 ketika memperkuat PSMS Junior di Klaten. Setahun kemudian, ia mendapat kepercayaan memperkuat PSMS Senior atau tim utama. Kariernya semakin berkembang pada 1985 saat menjadi bagian dari tim yang meraih Juara I Perserikatan di Senayan, Jakarta, sekaligus meraih Juara Harapan pada ajang Marahalim Cup.
Pada 1986, Bernard pindah ke PSDS Deli Serdang melalui proses transfer pemain. Di tahun yang sama, ia turut membawa Tim Sumut-A (Dinas PU Deli Serdang) meraih Juara I Kejuaraan Nasional Galakarya di Medan.
Memasuki periode 1987 hingga 1990, Bernard kembali mencatat berbagai pengalaman bersama PSDS. Ia menjadi bagian dari tim yang meraih Juara Divisi I Piala Perserikatan dan kemudian tampil pada kompetisi Perserikatan Divisi Utama PSSI se-Indonesia bersama PSDS pada 1988 dan 1989. Pada 1990, Bernard kembali memperkuat PSDS dalam kompetisi Divisi Utama PSSI se-Indonesia sebelum kemudian menjalani transfer ke Harimau Tapanuli FC.
Salah satu prestasi terbesar Bernard terjadi pada 1989 ketika memperkuat Tim Sumatera Utara pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XII di Jakarta. Dalam laga final menghadapi Tim Jawa Timur, Bernard mencetak gol penting pada menit ke-74. Gol tersebut mengubah jalannya pertandingan hingga laga berlanjut ke babak perpanjangan waktu dan akhirnya Sumatera Utara berhasil meraih medali emas PON XII.
Parulian Simbolon, yang merupakan sahabat karib Bernard, mengatakan perjalanan karier tersebut menjadi modal penting bagi Bernard untuk terus memberikan kontribusi terhadap perkembangan sepak bola, khususnya di Kabupaten Toba.
Usai bergabung dengan Harimau Tapanuli FC yang dipimpin almarhum TD Pardede, setahun berikutnya Bernard kembali menorehkan prestasi dengan meraih Juara I Liga Antarklub se-Indonesia di Senayan, Jakarta. Tidak hanya berkiprah di dalam negeri, Bernard juga memperluas wawasan sepak bolanya dengan mengikuti Sekolah Akademi Sepak Bola di Belanda pada 1991.
Kariernya sebagai pemain terus berlangsung hingga 1995. Bernard tercatat mengikuti Piala Kaltex Cup, menjadi bagian dari tim yang meraih Juara I Galakarya se-Indonesia, serta memperkuat PSDS dalam Piala Dunhill I dan II Divisi Utama Indonesia. Pada 1996, ia resmi mengakhiri kariernya sebagai pemain PSDS Deli Serdang.
Setelah pensiun sebagai pemain, Bernard tidak meninggalkan dunia sepak bola. Ia kemudian mengabdikan pengalaman dan pengetahuannya sebagai pelatih. Pada periode 1996–2001, Bernard dipercaya menjadi pelatih PS Pioneer FC University of Dharma Agung Medan.
Kiprah kepelatihannya kemudian berlanjut di Kabupaten Toba. Pada 2002, Bernard menjadi pelatih Sekolah Sepak Bola (SSB) Tunas Muda Balige. Setahun kemudian, ia berhasil membawa Tunas Muda meraih Juara I Tunas Muda Cup Kabupaten Toba. Pada 2004, Bernard kembali dipercaya menangani tim sepak bola AMS Tambunan Balige.
Plt Ketua PSSI Toba, Koko Siagian, ST, saat dihubungi melalui WhatsApp, mengatakan pihaknya mempercayakan pembinaan sepak bola kepada Coach Bernard Siahaan karena memiliki pengalaman panjang sebagai pemain maupun pelatih.
“Kami mempercayakan kepada Coach Bernard Siahaan yang sudah berpengalaman sebagai pemain dan pelatih dalam persepakbolaan. Kini Bernard kembali aktif dalam pembinaan sepak bola usia muda,” kata Koko.
Ia menambahkan, pada 2024 Bernard tercatat sebagai pelatih SSB Tunas Muda Balige. Sejak 2026 hingga saat ini, Bernard juga turut berkiprah dalam kepengurusan PSSI Kabupaten Toba dan terlibat dalam pembinaan pemain muda, termasuk kelompok usia U-13 dan U-15.
“Kami harus mengangkat kembali PSSI Toba bersama Coach Bernard Siahaan. Beliau menjadi salah satu sosok yang memiliki modal pengalaman penting dalam pengembangan sepak bola di Kabupaten Toba nantinya,” tegas Koko.
Dengan bergabungnya sosok yang memiliki pengalaman panjang sebagai pemain dan pelatih, PSSI Kabupaten Toba berharap pembinaan sepak bola dapat kembali berjalan dan melahirkan talenta-talenta muda yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Toba di masa mendatang. (BM)
Dukung Jurnalisme HALOSUMUT
Dalam segala situasi, HaloSumut.com berkomitmen menghadirkan fakta jernih langsung dari lapangan. Dukungan Anda membantu jurnalisme tetap independen dan terpercaya.
Berikan Apresiasi Sekarang
