MEDAN – Kebebasan berpendapat kini tengah diuji di meja hijau. Aliansi Advokat dan Konsultan Hukum Sumatera Utara (Sumut) secara resmi mengambil langkah tegas dengan mengadukan pengamat Saiful Mujani ke Mapolda Sumatera Utara pada Kamis (9/4/2026). Langkah hukum ini merupakan respons atas pernyataan Mujani yang dinilai sudah “offside” dan menyentuh ranah penghasutan untuk menggulingkan kekuasaan sah.
Persoalan bermula dari sebuah video yang mendadak viral di jagat maya. Dalam rekaman tersebut, pernyataan Saiful Mujani terhadap Presiden Prabowo dianggap bukan lagi sekadar kritik membangun, melainkan sebuah narasi berbahaya yang bisa memicu riak di tengah masyarakat.
Aditya Fernanda Nasution, SH.I, MH, yang menjadi motor penggerak aduan ini, menyebutkan bahwa narasi tersebut memiliki daya rusak terhadap stabilitas nasional.
”Kami menilai pernyataan saudara Saiful Mujani telah melampaui batas kebebasan berekspresi. Ada upaya penggiringan opini untuk melengserkan Presiden aktif, yang jika dibiarkan, akan memicu kegaduhan masif di publik,” tegas Aditya di hadapan awak media di Mapoldasu.
Tak main-main, Aliansi yang diperkuat oleh sejumlah praktisi hukum seperti M. Ali Nasution dan Pangulu Soleh Hasibuan ini membidik terlapor dengan Pasal 246 KUHP (UU No. 1 Tahun 2023). Pasal ini merupakan senjata hukum bagi negara untuk menindak siapapun yang menghasut masyarakat melawan penguasa dengan cara kekerasan.
Muncul pula spekulasi mengenai delik makar, namun pihak pelapor memilih untuk bersikap hati-hati.
Sikap Aliansi: Tetap mendukung kritik sebagai instrumen demokrasi.
Garis Demarkasi: Kritik tidak boleh menabrak undang-undang atau memecah belah bangsa.
Harapan: Aparat Penegak Hukum (APH) diharapkan jeli melihat potensi pelanggaran pidana dalam kasus ini.
Aditya juga menyelipkan pesan mendalam mengenai kondisi global saat ini. Menurutnya, saat dunia sedang dilanda ketidakpastian konflik, energi bangsa seharusnya diarahkan untuk memperkuat benteng persatuan, bukan justru menciptakan api di dalam rumah sendiri.
”Jangan memperkeruh suasana dengan hasutan. Di saat konflik dunia mengancam, Indonesia butuh solidaritas, bukan kegaduhan,” tutupnya mengakhiri konferensi pers. (Red)
Dukung Jurnalisme HALOSUMUT
Dalam segala situasi, HaloSumut.com berkomitmen menghadirkan fakta jernih langsung dari lapangan. Dukungan Anda membantu jurnalisme tetap independen dan terpercaya.
Berikan Apresiasi Sekarang
