LABUHANBATU Halosumut.com – Dugaan tindakan intimidasi yang dilakukan oleh suami Kepala Puskesmas (Kapus) Kota Rantauprapat terhadap Sekretaris LPAI Labuhanbatu mencuat ke publik.
Peristiwa ini diduga dipicu oleh keberatan atas pemberitaan yang beredar sebelumnya mengenai dugaan Kepala Puskesmas Rantauprapat yang diduga memasang tarif sewa ambulance sebesar 2,5 juta kepada LPAI Labuhanbatu tanpa dasar dan aturan yang jelas.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, upaya Intimidasi tersebut terjadi saat suami Kepala Puskesmas Kota Rantauprapat berinisial AD menghubungi Sekjen LPAI Labuhanbatu dengan maksud mempertanyakan isi pemberitaan yang dianggap telah mencemarkan nama baik istrinya.
Namun, dalam proses tersebut, muncul dugaan adanya tekanan atau intimidasi yang dirasakan oleh pihak Sekjen LPAI Labuhanbatu Zahara Nasution.
Zahara menyebutkan bahwa komunikasi yang terjadi dinilai tidak dalam suasana kondusif dan memunculkan ketidaknyamanan.
“Dia bilang ke saya, Tolong Beritanya dihapus, jika tidak maka akan saya laporkan dengan pencemaran nama baik,”katanya.
Sekjen LPAI juga membeberkan bahwa, AD yang merupakan Suami dari Kepala Puskesmas Kota Rantauprapat tersebut menyampaikan bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan kasat.
“Didalam telfon AD menyampaikan,Saya sudah berkomunikasi dengan Kasat,”ujarnya.
Dugaan intimidasi ini kemudian membuat Zahara Nasution selaku Sekertaris LPAI Labuhanbatu merasa tidak nyaman dan terganggu atas kebenaran serta kritik yang disampaikan mereka terhadap kebijakan yang terjadi di Puskesmas Kota Rantauprapat.
“Saya merasa ditekan, padahal informasi pemasangan tarif sewa ambulance 2,5 juta tersebut juga sudah dibenarkan oleh kapus yang merupakan istrinya ketika ditanya oleh wartawan, dan harusnya jika mereka keberatan silahkan dilakukan klarifikasi dengan data dan aturan yang jelas,”ungkapnya.
Kejadian ini menjadi perhatian publik serta memicu berbagai tanggapan dari masyarakat, dan LPAI berharap Pemerintah Daerah kiranya dapat melakukan tindaklanjut dan penyelesaian terhadap permasalahan yang terjadi.
Sementara itu, AD yang merupakan Suami Kepala Puskesmas Kota Rantauprapat saat dikonfirmasi Halosumut.com menyarankan agar awak media menjumpai langsung bu kapus agar dijelaskan secara terang benderang.
“Izin bang jumpain aja dulu bu kapus bang Biar dijelaskan secara terang benderang bang,”tutupnya.
Dukung Jurnalisme HALOSUMUT
Dalam segala situasi, HaloSumut.com berkomitmen menghadirkan fakta jernih langsung dari lapangan. Dukungan Anda membantu jurnalisme tetap independen dan terpercaya.
Berikan Apresiasi Sekarang
