LANGKAT, Halosumut.com – Unit pelaksana tugas (UPT) persampahan wilayah Langkat hilir, Kabupaten Langkat Dinas lingkungan hidup Eka Nurwati terkesan uring-uringan saat di konfirmasi perihal retribusi sampah yang di duga masuk ke kantong pribadi.
Saat di tanya tentang kebocoran PAD retribusi sampah, Eka selalu mempertanyakan dapat informasi dari mana? siapa orang nya?
Sikap gelisah eka seolah-olah mencurigai ada orang dalam yang membocorkan rahasia ini kepada publik,kata aktivis anti korupsi Ferry anggriawan kepada awak media, Selasa (09/06/2026) di Stabat.
Ferry juga menegaskan, seharusnya eka bisa menjelaskan secara objektif kepada awak media yang melakukan konfirmasi, seperti menjelaskan objek pedagang yang di kutip beserta besaran jumlah nya.bukan uring-uringan seperti itu.
“Kita ketahui bersama objek retribusi di wilayah Langkat hilir cukup besar terutama di kecamatan stabat, bahkan pedagang yang berjualan di trotoar jalan pun dikutip retribusi persampahan yang notabene menambah penghasilan daerah, tetapi aneh nya setiap tahun target PAD dari retribusi persampahan tidak pernah tercapai, ini kan janggal”, Ujarnya.
Semenjak di Lantik menjadi UPT Persampahan wilayah Langkat hilir pada Tanggal 12 November 2025 yang lalu, kinerja eka Nurwati juga kerap di sorot terkait lambannya dalam membersihkan tumpukan sampah.
Teranyar, tumpukan sampah yang berada di samping SD Negeri Kwala Bingei Kecamatan stabat, setelah viral baru di bersihkan. Hal ini membuktikan perlu evaluasi terhadap jabatan eka Nurwati sebagai UPT wilayah Langkat hilir karena di nilai gagal dalam menjalankan tugasnya. (Roby tar)
Dukung Jurnalisme HALOSUMUT
Dalam segala situasi, HaloSumut.com berkomitmen menghadirkan fakta jernih langsung dari lapangan. Dukungan Anda membantu jurnalisme tetap independen dan terpercaya.
Berikan Apresiasi Sekarang
